Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

Gugup Hasrat Menyentuh Bibirmu

Beropini Tentang Sikap Masyarakat Dalam Media Sosial

Media merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan komunikasi secara sosial dalam masyarakat. Banyaknya media sosial yang beredar di dunia nyata dan dunia maya membuat masyarakat mampu menstabilkan kesenjangan sosial. Untuk anak generasi Y, media sosial merupakan mainan baru yang canggih dan termotivasi serta menginspirasi mereka untuk mencoba membuat hal yang sama yaitu membuat media sosial sebut saja misalnya Facebook. Pada tahun 2004, masyarakat Indonesia yang berumur remaja ABG (Anak Baru Gede) memilih media sosialnya Friendster. Berkembang menjadi chatting Yahoo! dan berkembang maju menjadi Facebook yang dibuat oleh Mark Zuckerberg sehingga membuat dirinya menjadi orang terkaya di dunia. Saya sebagai penikmat media sosial tersebut sebagai contohnya merasakan kepasifan berkomunikasi sekarang. Para anak remaja sekarang sudah menjadi orang dewasa. Mainan orang dewasa yang sekarang ialah TikTok, WhatsApp dan Instagram. Seiring waktu Facebook ditinggalkan. Mungkin sudah bosan ya,,, k

Beropini Tentang Dinasti Boneka

"Kardus untuk bungkus boneka". Kata - kata itu mungkin tidak asing dan wajar kalau menggunakan bahasa denotasi. Bayangkan dalam dunia imajiner, kata - kata itu diartikan dalam bahasa konotasi. Boneka identik dengan mainan anak perempuan yang imut dan menggemaskan. Anak perempuanlah yang menjadi tuannya. Terus, siapa anak perempuan itu? Yah anak kecil yang sama menggemaskannya dengan boneka, Lalu boneka itu didapat darimana? Dikasih orang lain atau dibelikan sendiri oleh orangtuanya baik itu ibu atau ayah dari hasil jerih payah keringat mereka. Awalnya si Anak perempuan itu merasa senang menerima boneka yang misalnya dikasih oleh bibinya. Si anak perempuan tadi merawat dan mengasuh serta memainkan boneka itu dengan hati yang gembira dan bahagia tentunya. Dianggap teman bermainnya yang baru. Terus bibinya datang lagi membawa boneka lain yang sama menggemaskannya dengan boneka pertama yang didapat sebelumnya. Bertambah jadi 2 kan boneka itu? Lalu si anak tadi berpikir untuk meng

Sponsor