Skip to main content

Posts

Gugup Hasrat Menyentuh Bibirmu

Review Buku : Aftertaste by Sefryana Khairil

  Judul : Aftertaste Identitas Buku : Penulis : Sefryana Khairil Jumlah Halaman : viii + 364 Halaman Penerbit : Gagas Media Tahun Terbit : 2017 No. ISBN : 979- 780 - 881 - 5 Gambaran Cerita : Aftertaste mengisahkan dua orang chef yang saling jatuh cinta, tetapi tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Masa lalu membuat mereka tahu tak akan sanggup untuk saling melepaskan. Review Buku :  Buku ini menceritakan tentang kisah cinta yang terjadi di restoran Bellaria. Seorang chef bernama Narend Mahardika, dan adiknya Praya. Kedua kakak beradik ini memiliki hubungan yang kurang harmonis namun di dalam hati mereka saling sayang menyayangi. Mereka terpisah karena perceraian orangtuanya. Narend ikut Papa dan Praya ikut Mama. Mereka berdua diberi emban untuk mengurus restoran peninggalan orangtuanya, Bellaria. Ketika penerimaan chef baru, seorang perempuan bernama Farra diterima Narend. Penokohan Farra dibuat sebagai seorang yang mempunyai niat dan tekad yang besar dibidang masakan kul...

Beropini Tentang Musik

Telah banyak lagu - lagu yang tercipta oleh tangan seorang musisi. Lantunan lirik - lirik yang dapat mengubah perasaan. Perasaan yang semula sedih dan tangis airmata bisa menjadi penyemangat dan penenang hati. Pun sebaliknya perasaan senang bisa berubah menjadi sedih hanya karena penjiwaan penyanyi dalam menghantarkan lagu yang dinyanyikannya. Terkadang ketika melihat video dan mendengar lirik tersebut kita teringat sesuatu hal misalnya saja kisah di video itu mirip kisah yang kita alami dan lirik yang terlantun itu dapat membuat kita melayang terhanyut dalam melodi.  Musik adalah sesuatu yang dapat menggugah perasaan, mengubah tingkah laku dan membuat orang disekelilingnya menjadi hangat. Musik itu misteri. Musik itu sihir. Musik itu indah. Musik itu obat. Bisakah musik membuat kita pintar? Yups benar sekali. Musik dapat mengubah jalan pikiran kita. Kita bisa jadi pintar. Musik dapat mencerdaskan kita secara kognitif. Sistem sensorik di dalam otak kita bekerja lebih efektif. Keter...

Cara Menumbuhkan Bulu Mata dan Melebatkan Alis

Hai Teman, jumpa lagi di Situs Saya. Kali ini Saya akan memberi tahu tips - tips untuk menumbuhkan bulu mata dan melebatkan alis ya... ^.^ Tips Pertama : Teman - teman apakah ada di pekarangan rumah Anda tanaman lidah buaya atau lebih dikenal dengan istilah Aloe Vera? Jika ada syukur ya... kalaupun tidak ada Anda harus mencari tanaman itu ya.. Baiklah, kenapa saya akan membahas lidah buaya?  Yup, benar sekali. Sesuai dugaan teman - teman bahwa lidah buayalah salah satu cara untuk melebatkan alis dan menumbuhkan bulu mata.  Bagaimana caranya? Tentu saja mudah ya,,, Anda cukup rutin mengoleskan lidah buaya langsung ke alis dan bulu mata. Anda harus menggunakan lidah buaya 3 kali setiap hari selama satu tahun pada waktu pagi, siang dan malam sebelum tidur. Jika Anda jarang - jarang mengoleskannya, hasilnya juga akan lambat.  Tips Kedua : Oleskan Vaseline Petroleum Jelly setiap malam sebelum tidur di alis dan bulu mata. Gunakan sampai Vaseline ini habis.  Yup, itu saja t...

Beropini Tentang Sikap Masyarakat Dalam Media Sosial

Media merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan komunikasi secara sosial dalam masyarakat. Banyaknya media sosial yang beredar di dunia nyata dan dunia maya membuat masyarakat mampu menstabilkan kesenjangan sosial. Untuk anak generasi Y, media sosial merupakan mainan baru yang canggih dan termotivasi serta menginspirasi mereka untuk mencoba membuat hal yang sama yaitu membuat media sosial sebut saja misalnya Facebook. Pada tahun 2004, masyarakat Indonesia yang berumur remaja ABG (Anak Baru Gede) memilih media sosialnya Friendster. Berkembang menjadi chatting Yahoo! dan berkembang maju menjadi Facebook yang dibuat oleh Mark Zuckerberg sehingga membuat dirinya menjadi orang terkaya di dunia. Saya sebagai penikmat media sosial tersebut sebagai contohnya merasakan kepasifan berkomunikasi sekarang. Para anak remaja sekarang sudah menjadi orang dewasa. Mainan orang dewasa yang sekarang ialah TikTok, WhatsApp dan Instagram. Seiring waktu Facebook ditinggalkan. Mungkin sudah bosan ya,,, k...

Beropini Tentang Dinasti Boneka

"Kardus untuk bungkus boneka". Kata - kata itu mungkin tidak asing dan wajar kalau menggunakan bahasa denotasi. Bayangkan dalam dunia imajiner, kata - kata itu diartikan dalam bahasa konotasi. Boneka identik dengan mainan anak perempuan yang imut dan menggemaskan. Anak perempuanlah yang menjadi tuannya. Terus, siapa anak perempuan itu? Yah anak kecil yang sama menggemaskannya dengan boneka, Lalu boneka itu didapat darimana? Dikasih orang lain atau dibelikan sendiri oleh orangtuanya baik itu ibu atau ayah dari hasil jerih payah keringat mereka. Awalnya si Anak perempuan itu merasa senang menerima boneka yang misalnya dikasih oleh bibinya. Si anak perempuan tadi merawat dan mengasuh serta memainkan boneka itu dengan hati yang gembira dan bahagia tentunya. Dianggap teman bermainnya yang baru. Terus bibinya datang lagi membawa boneka lain yang sama menggemaskannya dengan boneka pertama yang didapat sebelumnya. Bertambah jadi 2 kan boneka itu? Lalu si anak tadi berpikir untuk meng...

Sponsor